Daerah

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Petakan Potensi Konservasi Lanskap Hutan Tapanuli Gandeng Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

201
×

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Petakan Potensi Konservasi Lanskap Hutan Tapanuli Gandeng Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

Sebarkan artikel ini

Tarutung//suaraglobal.co.id
Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST.M.Eng, bersama Dewi Sulastri Ningsih, mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi membuka secara resmi Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru – Harangan (Hutan) Tapanuli yang dilaksanakan di Hotel Hineni, Tarutung, 8/04/2026. Wakil Bupati Tapanuli Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Kementerian Kehutanan atas perhatian besar terhadap kekayaan alam di Tapanuli Utara. Wakil Bupati Tapanuli Utara menekankan bahwa 66 persen dari total luas lanskap Batang Toru berada di Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga tanggungjawab pelestariannya menjadi prioritas utama daerah.

“Kami sangat mendukung inisiatif dari Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pemulihan Ekosistem, dan dengan pemetaan ini, kita dapat mengindentifikasi aset’ yang berharga kita miliki”. Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya potensi alam kita sebelum ada upaya identifikasi secara mendalam seperti ini” ujar Wakil Bupati Tapanuli Utara.

Wakil Bupati Tapanuli Utara menyampaikan usulan penguatan nama kawasan menjadi”Harangan Tapanuli” menurutnya bahwa nama bukan sekedar label, melainkan pembawa rasa dan semangat memiliki”Sense Of Belonging” bagi masyarakat di Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.

“Jika kita sebut Harangan Tapanuli, maka masyarakat akan merasa lebih dekat secara emosional, dan ini penting untuk menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga hutan kita” tambahnya.

Wakil Bupati Tapanuli Utara mendorong agar kampanye pelestarian dilakukan secara kreatif melalui simbol-simbol daerah yang menarik bagi generasi muda. “Kami ingin edukasi ini sampai ke anak anak sekolah, dan kita bisa belajar dari daerah lain yang menggunakan maskot atau simbol kebanggaan untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini”. Kedepannya, simbol simbol keberadaan orang hutan Tapanuli ini harus hadir diruang ruang publik sebagai kebanggaan warga Tapanuli Utara, jelasnya.

Mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih, menekankan bahwa Ekosistem Batang Toru atau Harangan Tapanuli merupakan habitat krusial bagi satwa prioritas, terutama Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). “Orangutan Tapanuli adalah spesies kera Basar yang paling terancam punah di dunia, dan mengingat lebih dari 50 persen Ekosistem Batang Toru berada di Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, hal ini menjadi tantangan sekaligus tanggungjawab besar bagi kita semua untuk menjaga ketersediaannya” ujar Dewi Sulastri Ningsih dalam sambutannya.

Kegiatan yang strategis diinisiasi oleh Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE).
Kementerian Kehutanan ini merupakan upaya kolaboratif dalam mengidentifikasi dan menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Tapanuli, lanjut Dewi.

Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa serta Perwakilan NGO Lingkungan Hidup.
(edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *