EkonomiWisata

Pasar Keramat Pacet Mojokerto Inovasi Pasar Tradisional Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara

193
×

Pasar Keramat Pacet Mojokerto Inovasi Pasar Tradisional Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Kabul Raharjo (Pakaian ala Gatutkaca) berfoto bersama Wartawan suaraglobal.co.id

Mojokerto//suaraglobal.co.id
Berburu kuliner tradisional sekaligus berwisata bersama keluarga di Pasar Keramat yang ada di Dusun Wonokerto Desa Warugunung Kecamatan Pacet Mojokerto dan pasar tersebut buka pada setiap hari Minggu Kliwon dan Minggu Wage.

Aneka jajanan di jual pada lapak-lapak dibawah rimbunnya pohon bambu untuk mengobati kerinduan pada masa kecil, apalagi masakan yang tersaji diharuskan masakan alami tanpa obat kimia. Untuk itu jajanan di Pasar Keramat banyak disukai masyarakat, bahkan wisatawan mancanegara juga pernah singgah di Pasar Keramat.

Disampaikan oleh Kabul Raharjo saat diwawancarai suaraglobal.co.id 12/04/2026, pemberian nama Pasar Keramat tersebut diilhami bahwa di dunia ini tidak ada keramat selain doa ibu, maka pasar tersebut awalnya dipersembahkan untuk ibu-ibu agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. “Jika ibu-ibu ekonominya meningkat, maka keluarga juga akan merasa bahagia” ujar Kabul Raharjo.

Nama Keramat juga diambil dari nama dusun Wonokerto akan tetapi orang desa menyebutnya Keramatjetak.

Suasana Pasar Keramat yang Ramai dikunjungi wisatawan

Kabul juga menyampaikan bahwa awal membuka tempat usaha yang berada pada tempat yang dianggap paling angker di dusun Wonokerto, dirinya dianggap masyarakat sebagai orang yang kurang waras. Dimana berdagang ditempat semacam itu anggapan masyarakat sebagai usaha yang tidak logis.

Akan tetapi sosok yang selalu berpenampilan ala Gatut Kaca setiap pasar buka itu tetap semangat bersama beberapa rekannya yang membentuk tim untuk mewujudkan impiannya.

Gobok : alat transaksi di Pasar Keramat

Pada saat awal hanya 23 pedagang yang berjualan di Pasar Keramat, dengan menggunakan tehnologi media sosial dan dibantu oleh dinas terkait untuk promosi serta dukungan dari Pemerintah Desa Pasar Keramat bisa berkembang hingga lebih dari seratus pedagang yang mengais rejeki dan selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk berwisata kuliner bersama keluarga.

“Semua pedagang memakai modal sendiri, dan biaya awal mendirikan pasar ini kami biayai sendiri, bahkan banyak pedagang yang kami pinjami modal tanpa bunga. Semua pedagang tidak kami tarik retribusi” kata Kabul Raharjo.

Ketua penyelenggara pasar tersebut juga mengaku bahwa dirinya berpenampilan ala Gatut Kaca tersebut berharap bisa menjadi icon serta edukasi pada generasi saat ini tentang nilai tradisi dan budaya lokal, selain itu yang menjadi daya tarik bahwa semua pedagang diharuskan memakai pakaian tradisional juga lapak serta tempat duduk pengunjung dan tempat bermain anak semuanya terbuat dari bambu.

“Semua pedagang kami tekankan agar menganggap pembeli adalah keluarga, untuk itu masakan yang dijual harus sebagaimana yang dimakan oleh keluarganya sendiri, harus higienis dan alami. Itulah nilai yang luar biasa. Bahwa masakan di pasar keramat seperti masakan ibu sendiri.” imbuhnya.

“Pengunjung juga dimanjakan dengan live musik dari panggung seni tradisional” ucapnya sambil menunjukkan arah panggung yang saat itu ada pagelaran musik langgam dan keroncong.

Sebagai destinasi wahana wisata kuliner untuk keluarga di Pasar Keramat juga disediakan tempat bermain untuk anak-anak, dan alatnya sebagian besar terbuat dari bambu.

Uniknya di Pasar Keramat Pacet Mojokerto alat transaksi memakai uang Gobok (terbuat dari kayu). Hal itu menurut Kabul Raharjo merupakan tehnik marketing untuk memudahkan manajemen pasar, “Disamping itu sebagai pengingat bahwa jaman Majapahit dulu alat transaksi memakai uang Gobok yang dicetak sendiri oleh kerajaan” ungkapnya.

Untuk jangka panjang Kabul Raharjo selaku penggagas sekaligus Ketua Pasar merencanakan perkembangan, selain pasar, pihaknya akan merintis Home stage (rumah singgah), home industri (agar masyarakat bisa bekerja dirumahnya masing-masing) dan kampung budaya (tempat berlatih tari dan lain-lain).

Ternyata dari usaha Kabul Raharjo bersama tim pengelola Pasar Keramat tersebut dapat menarik perhatian wisatawan hingga Bandung, Jakarta, Bali, NTT. Untuk wisata manca negara yang pernah berkunjung dari Rusia, New York, Korea Selatan dan Saudi Arabia.

Pasar Keramat Pacet Mojokerto juga menjadi inspirasi diberbagai wilayah, “Kami selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkonsultasi untuk mendirikan pasar kuliner, karena semakin banyak teman akan semakin banyak rejeki” ungkapnya mengakhiri bincang-bincangnya. NJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *