Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Semangat kemandirian ekonomi terus digelorakan. Melalui pelatihan pembuatan kue kering bertajuk Training Made Taylor bersama BPVP Banyuwangi, para ibu rumah tangga di Perumahan Kalipuro Asri tak hanya belajar memasak—mereka sedang membangun masa depan.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 14 April 2026, menjadi ruang belajar sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat untuk mendorong lahirnya pelaku UMKM baru yang mandiri dan berdaya saing.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari Kalipuro Asri, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain seperti Tegalsari, Klatak, Dadapan, hingga Papring. Total pelatihan mencapai 80 jam pelajaran (JP), dengan materi yang disusun komprehensif dan aplikatif.
Dengan penuh antusias, peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan, meliputi:
Teknik produksi kue kering.
Pengemasan produk yang menarik dan higienis.
Pemahaman legalitas usaha UMKM.
Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Edukasi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi UMKM pemula.
Instruktur pelatihan, Rekto Puspitasari, S.Kep. memberikan pendampingan langsung, memastikan setiap peserta memahami proses secara menyeluruh—dari dapur hingga siap masuk pasar.
Lebih lanjut, Rekto Puspitasari, S.Kep. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kami ingin para ibu tidak hanya bisa membuat kue, tapi juga mampu menjadikannya sebagai peluang usaha. Harapannya, dari sini lahir UMKM baru yang bisa menopang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan BPVP Banyuwangi mampu menciptakan dampak nyata. Tak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi peserta untuk memulai usaha.
Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh kebersamaan—belajar, berbagi pengalaman, hingga saling menyemangati untuk terus berkembang.
Rekto Puspitasari, S.Kep. berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi awal perjalanan panjang bagi para peserta.
“Jangan berhenti di pelatihan ini. Terus belajar, terus mencoba, dan berani memulai usaha. Kunci sukses itu konsisten dan tidak mudah menyerah,” pesannya.
Ia juga mengajak peserta untuk saling mendukung dan membangun jaringan agar usaha yang dirintis bisa berkembang bersama.
Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta kini memiliki bekal untuk:
Membuka usaha rumahan.
Menambah penghasilan keluarga.
Mengembangkan produk UMKM lokal.
Menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—dari dapur rumah, menuju pasar yang lebih luas.
Mari dukung UMKM lokal, karena dari tangan-tangan kreatif inilah ekonomi daerah akan terus tumbuh dan berkembang.(Mohamad)





