Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Di tengah dinamika kehidupan, semangat berbagi terus dijaga. Melalui program Jum’at Berkah, Ormas Sakera DPC Banyuwangi membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh dari langkah sederhana, namun berdampak besar bagi masyarakat. Jum’at (17/4/2026).
Kegiatan yang rutin digelar setiap hari Jumat ini melibatkan seluruh anggota, menyasar masyarakat yang membutuhkan—mulai dari pekerja harian, warga kurang mampu, hingga pengguna jalan.
Koordinator Jum’at Berkah, Bunarwi, menegaskan bahwa program ini lahir dari kebersamaan dan keikhlasan.
“Dana kegiatan ini berasal dari iuran anggota dan para donatur. Tidak besar, tapi cukup untuk berbagi. Yang terpenting adalah niat dan konsistensi,” ungkapnya.
Menurutnya, Jum’at Berkah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga upaya memperkuat solidaritas dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin terus hadir, berbagi, dan menumbuhkan kepedulian. Karena kebaikan itu harus dijaga dan ditularkan,” tegasnya.
Pelaksanaan Jum’at Berkah kali ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kepolisian serta petugas keamanan (security) yang berjaga di kawasan Pelabuhan ASDP. Kehadiran mereka memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa mengganggu arus aktivitas di sekitar pelabuhan.
Sinergi ini menjadi bukti bahwa kegiatan sosial dapat berjalan optimal ketika didukung semua pihak—baik masyarakat, organisasi, maupun aparat keamanan.
Menariknya, Jum’at Berkah kali ini tak hanya dirasakan warga lokal. Sejumlah wisatawan asing dan supir logistik yang melintas di kawasan pelabuhan juga turut menerima paket bantuan.
Momen ini menjadi gambaran nyata bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas—bahasa, budaya, maupun kewarganegaraan.
Ketua Ormas Sakera DPC Banyuwangi, Nurul Amin, S.H. atau yang akrab disapa Bang Emen, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya curas (pembegalan) yang belakangan terjadi di wilayah lain.
“Kami mengajak masyarakat Banyuwangi untuk tetap waspada. Jangan sampai lengah. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengkaji ulang kebijakan pembatasan jam operasional toko modern.
“Banyuwangi ini destinasi wisata internasional. Kebijakan harus adaptif agar roda ekonomi tetap bergerak tanpa mengabaikan ketertiban,” ujarnya.
Bang Emen menegaskan komitmen Sakera untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak.
“Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah, TNI-Polri, Masyarakat, hingga Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa demi menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Mari jaga Banyuwangi dan Jawa Timur bersama:
Biasakan berbagi kepada sesama.
Perkuat solidaritas sosial.
Tingkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan.
Jadi bagian dari solusi, bukan penonton.
“Sekecil apa pun yang kita beri, akan berarti besar bagi yang membutuhkan,” tutup Bunarwi.
Karena Banyuwangi yang kuat bukan hanya soal pembangunan, tapi tentang kepedulian dan kebersamaan warganya.(Bunarwi)











