Peristiwa

Dari Hasil Penyelidikan Polisi Pastikan Penyebab Kematian Kepala Desa Buncitan Kecamatan Sedati Karena Bunuh Diri 

12
×

Dari Hasil Penyelidikan Polisi Pastikan Penyebab Kematian Kepala Desa Buncitan Kecamatan Sedati Karena Bunuh Diri 

Sebarkan artikel ini
Kematian Kepala Desa Buncitan Kecamatan Sedati yang sempat jadi perbincangan di masyarakat akhirnya diketahui penyebabnya. Senin, 4/5/2026, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo memastikan, berdasarkan hasil olah TKP, rekaman cctv , keterangan saksi dan adanya riwayat penulusuran di handphone milik korban. Tubuh Kepala Desa Buncitan di temukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi duduk di sofa ruang kerjanya dalam kondisi leher terikat selang air yang terkait di jendela. Tukang kebun yang pertama melihat mayat korban sesaat akan menyalakan lampu penerangan di kantor desa.

Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Kematian yang tidak wajar Kepala Desa Buncitan, MJN, yang sempat memunculkan berbagai spekulasi dan tanda tanya di masyarakat, kini menemui titik terang. Tubuh Mujiono, Kepala Desa Buncitan Kecamatan Sedati ditemukan tak bernyawa di ruang kerjanya di Balai Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Minggu (3/5/2026) sore.

Dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan bunuh diri. Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi, analisis rekaman CCTV, hingga hasil autopsi.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, didampingi Kasi Humas AKP Tri Novi Andono dan Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto, menyampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat jeratan di leher yang menyebabkan asfiksia atau kekurangan oksigen. Tidak ada indikasi kekerasan lain,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, penyidik juga menemukan petunjuk penting dari perangkat pribadi korban. Riwayat pencarian di ponsel menunjukkan adanya akses terhadap informasi yang berkaitan dengan metode bunuh diri sebelum kejadian.

“Dari penelusuran digital, terdapat aktivitas pencarian yang relevan dengan peristiwa ini,” tambahnya.

Hasil rekaman CCTV di lokasi turut memperkuat temuan tersebut. Dalam rekaman, korban terlihat berada sendirian di kantor desa sejak pagi hari dan melakukan sejumlah aktivitas yang mengarah pada persiapan tindakan bunuh diri.

“Korban terlihat mempersiapkan selang yang kemudian digunakan dalam peristiwa tersebut,” ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo.

Berdasarkan bukti bukti yang dihimpun, kepolisian menyimpulkan bahwa kematian Mujiono merupakan bunuh diri. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi yang tengah dihadapi korban.

“Kesimpulan ini kami ambil dari kombinasi hasil autopsi, keterangan saksi, rekaman CCTV, serta data digital korban,” tegasnya.

Kasatreskrim juga mengatakan, proses penyelidikan tetap dilanjutkan guna memastikan tidak ada aspek lain yang terlewat.

Diketahui korban pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan balai desa dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan, Mujiono berada dalam posisi duduk di sofa, mengenakan kaos dan celana jeans, dengan selang air melilit lehernya yang terikat pada ventilasi jendela. (NK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *