Berita

Tak Ada Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Total Saat Nyepi Polisi Minta Pemudik Atur Perjalanan

103
×

Tak Ada Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Total Saat Nyepi Polisi Minta Pemudik Atur Perjalanan

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Aktivitas penyeberangan di jalur vital Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk dipastikan ditutup sementara pada momentum perayaan Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan bulan suci ramadan 1447 H/2026 M.

Penutupan operasional penyeberangan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi di Pulau Bali. Selama masa penutupan, tidak ada aktivitas kapal penyeberangan dari maupun menuju Bali.

Berdasarkan jadwal operasional, Pelabuhan Ketapang akan menghentikan pelayanan penyeberangan mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB. Sementara di sisi Bali, Pelabuhan Gilimanuk ditutup mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA.

Kondisi ini diprediksi berpotensi menimbulkan lonjakan kendaraan dan kepadatan arus mudik di jalur Banyuwangi menjelang waktu penutupan pelabuhan.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Muchammad Wahyudi., A.Md., S.H., mengingatkan masyarakat agar memperhatikan jadwal tersebut dan tidak memaksakan diri menuju pelabuhan saat operasional penyeberangan telah dihentikan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Nyepi,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, agar memperhatikan jadwal penutupan operasional penyeberangan selama Hari Raya Nyepi,” tegas Kompol Muchammad Wahyudi.

Menurutnya, momentum Nyepi yang berdekatan dengan malam takbiran berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, sehingga kewaspadaan dan kedisiplinan pengguna jalan sangat diperlukan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, keselamatan, serta saling menghormati antar umat beragama. Ikuti arahan petugas di lapangan agar arus mudik tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penutupan penyeberangan merupakan kebijakan nasional yang rutin diterapkan setiap perayaan Nyepi, sehingga masyarakat diminta untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang di kawasan pelabuhan.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini. Mari bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Nyepi maupun menjelang Idul Fitri,” pungkasnya.

Pesan Keselamatan : Momentum arus mudik tahun ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar. Mari jaga Jawa Timur, MUDIK AMAN, KELUARGA BAHAGIA.(Bunarwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *