Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Setelah viralnya acara rapat koordinasi dan buka puasa bersama yang dilakukan di Mahabarata palace Graha Unesa Surabaya pada Jum’at 6/3/2026 yang terlihat mewah dan glamor dengan bertemakan ala Bollywood (India). Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran lisan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati.
Acara Rapat dan buka puasa bersama berdasarkan surat Sekretaris Daerah dengan nomor 400.14.1.3/3154/438.1.3.3/2026, yang digelar pada Jumat (6/3/2026) tersebut sempat viral di media sosial dan menuai sorotan negatif dari netizen.
“Teguran secara lisan pasti saya sampaikan kepada Bu Sekda. Biar nanti, niatnya dia itu kan sebenarnya tidak ada niat yang tidak baik,” ucap Subandi.
Subandi menjelaskan, kehadiran Sekda dalam acara tersebut semata-mata untuk memenuhi undangan dari pihak penyelenggara. Bupati Subandi menyebut bahwa kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh lain, termasuk pimpinan kepolisian daerah.
“Di sana itu bukan Bu Sekda saja, Pak Kapolda juga diundang. Di sana itu menyiapkan busana untuk dilombakan. Itu hanya undangan saja,” kata Subandi kepada awak media saat melakukan sidak kesiapan mudik di terminal Purabaya Bungurasih.
Lebih lanjut, Subandi menyebut kegiatan tersebut sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan fasilitas Gedung Mahabarata Palace Graha Unesa di Kota Surabaya. Gedung milik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan besar seperti pernikahan dan pertemuan. Namun selama bulan Ramadan, aktivitas di gedung tersebut cenderung sepi sehingga pihak pengelola menggelar acara buka puasa bersama.
“Tujuannya Bu Sekda hadir itu agar rumah makan yang ada di Unesa yang biasanya dipakai untuk event pernikahan dan lain-lain itu bisa ramai. Hari itu kan tidak ada kegiatan, makanya dipakai untuk buka puasa bersama. Harapannya hanya itu saja,” terang Subandi.
Meski demikian, Subandi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kehadiran jajarannya dalam kegiatan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Dia menegaskan, teguran lisan tetap diberikan sebagai bentuk pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya pribadi sebagai pimpinan daerah, kalau ada yang terganggu, saya mohon maaf. Niatnya hanya untuk menghormati bulan Ramadan melalui event buka bersama,” pungkasnya.
Apa yang disampaikan Bupati Subandi kepada awak media saat wawancara di terminal Purabaya tersebut ternyata bertentangan dengan fakta yang ada. Hal itu terkuak ke publik setelah beredar video kehadiran Bupati Sidoarjo tersebut di acara buka bersama ala Bollywood. Meski diketahui kegiatan tersebut memicu kritik dari warga dan tanggapan negatif dari netizen. Mereka menilai konsep acara tersebut sangat kontradiktif dengan kondisi infrastruktur di Sidoarjo dan kondisi sosial masyarakat Sidoarjo.
Pernyataan Bupati Sidoarjo bahwa kedatangan jajaran pejabat di lingkungan pemerintah daerah Sidoarjo adalah untuk menghadiri undangan dari seseorang (tidak menyebut siapa yang mengundang red). Padahal sudah jelas dalam surat Sekda nomor 400.14.1.3/3154/438.1.3.3/2026 adalah acara Rapat koordinasi dan buka bersama. Tentunya bukti surat Sekda dan pernyataan Bupati Sidoarjo tersebut sangat kontradiktif. Dari pernyataan klarifikasi yang disampaikan Sekretaris Daerah maupun keterangan Bupati Sidoarjo yang di sampaikan ke awak media di nilai masyarakat hanya mencari alibi untuk menutupi hal yang sebenarnya terjadi. Inkonsistensi antara Surat Sekretaris Daerah dengan klarifikasi Sekretaris Daerah serta keterangan Bupati Sidoarjo semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pemerintahan. (NK)











