Nasional

Demo Mahasiswa di Medan Ricuh 39 Orang Diamankan Polisi

23
×

Demo Mahasiswa di Medan Ricuh 39 Orang Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

Medan//suaraglobal.co.id
-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi kampus di Kota Medan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Rabu (27/8/2025). Aksi yang awalnya berlangsung damai berakhir ricuh setelah massa berusaha menerobos pagar gedung dewan, membakar ban, dan melempar benda ke arah aparat kepolisian.

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut transparansi pengelolaan anggaran daerah, menolak kebijakan tunjangan legislatif yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, serta mendesak pemerintah daerah lebih serius dalam memberantas praktik korupsi. Selain itu, mereka juga menyuarakan keresahan masyarakat terkait tingginya harga kebutuhan pokok dan keterbatasan lapangan kerja di Sumut.

Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 15.00 WIB ketika massa aksi mencoba menjebol pagar pengamanan di depan gedung dewan. Aparat yang berjaga berupaya menahan, namun demonstran tetap memaksa masuk. Situasi semakin memanas ketika mahasiswa membakar ban bekas di jalan raya. Lemparan botol dan batu ke arah polisi tak terhindarkan, membuat aparat melakukan tindakan tegas.


Kabid Humas Polda Sumut,Kombes Pol. Ferry Walintukan , menyebut ada 39 orang yang diamankan, terdiri dari 15 mahasiswa dan 24 orang lainnya yang bukan mahasiswa. Mereka ditangkap karena dianggap melakukan aksi anarkis, perusakan, serta mengganggu ketertiban umum.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Siapa pun yang melanggar hukum akan diproses sesuai aturan,” ujar Ferry.

Kericuhan tersebut mendapat sorotan dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Wasekjen PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi, mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian.

“Kami menilai aparat bertindak berlebihan. Mahasiswa datang menyampaikan aspirasi, bukan untuk diperlakukan secara kasar. Kami mendesak evaluasi terhadap Kapolda Sumut serta pembebasan mahasiswa yang ditahan,” tegasnya.

Menurut Alwi, aksi kekerasan justru memperburuk citra kepolisian dan berpotensi memicu gelombang aksi yang lebih besar di kemudian hari.
Setelah dibubarkan menjelang malam, kondisi di sekitar Gedung DPRD Sumut kembali kondusif. Namun, aparat kepolisian tetap disiagakan di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan. Beberapa fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat aksi pelemparan dan pembakaran ban.

Sementara itu, sejumlah organisasi mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu transparansi anggaran dan menuntut pemerintah agar lebih berpihak pada rakyat kecil. Mereka juga berencana menggelar konsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya.(ozy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *