Opini

Dibutuhkan Bencana Untuk Menyadarkan Pemimpin Dan Penegak Hukum Yang Moralnya Amat Krisis

25
×

Dibutuhkan Bencana Untuk Menyadarkan Pemimpin Dan Penegak Hukum Yang Moralnya Amat Krisis

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi unjuk rasa

Pekanbaru//suaraglobal’co.id Minggu 31 Agustus 2025.

Adanya rencana dari Himpunan Mahasiswa Islam Riau bersama anggota ojol untuk melaksanakan unjuk rasa di kantor DPRD Riau dan Polda Riau, mengundang berbagai tanggapan, baik dari beberapa tokoh masyarakat, termasuk Kepolisian.

Unjuk rasa tersebut direncanakan akan dilakukan besok 01 September 2025, dengan jumlah massa diperkirakan kurang lebih 2.000 orang, dengan titik kumpul massa di Purna MTQ jalan Jendral Sudirman, dan akan dimulai pukul 13 00 WIB, dan diawali dari kantor DPRD Riau.

Menanggapi hal tersebut, Polresta Pekanbaru berencana akan menurunkan 1.500 personil gabungan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol-PP dan dinas perhubungan.

“Besok kita akan menurunkan 1.500 Personil gabungan, selain itu kita juga akan menutup jalan Jendral Sudirman menuju kantor DPRD Riau” ucap Kapolresta Pekanbaru Kompol Jeki Rahmat Mustika.

Selain itu, Kapolresta Pekanbaru juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, juga tokoh agama Pekanbaru untuk tetap berupaya menjaga supaya situasi tetap aman dan kondusif.

Beberapa ibu ibu merasa khawatir, berharap tidak terjadi kerusuhan, selain itu anak anak yang bersekolah di sekitar area unjuk rasa terpaksa dianjurkan oleh pihak sekolah untuk belajar online, hal ini di lakukan untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

Satu tanggapan paling miris keluar dari salah satu tokoh masyarakat yang mengaku pernah jadi korban oleh mafia tanah oknum polisi, pernah melaporkannya ke DPRD Provinsi Riau namun tetap tidak ada Solusi.

“Kehancuran sebuah Negara diawali dengan kehancuran moral penegak hukumnya. Yaitu Polisi, Jaksa dan Hakim, terkhusus Polisi, Polisi lah penegak hukum yang berhubungan langsung dengan masyarakat, tapi justru merekalah yang paling Bobrok” ucapnya.

“Berkat melimpah di negara ini, sayang kebanyakan para pemimpin dan penegak hukumnya punya moral yang amat krisis, Negara ini butuh bencana untuk menyadarkan mereka” tambahnya.

S S Turnip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *