Jombang//suaraglobal.co.id – Nama seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Kota Kediri, berinisial FN, kini menjadi sorotan publik. Ia diduga ikut terseret dalam pusaran perkara narkoba yang tengah ditangani Satuan Reserse Narkoba Unit 2 (Satresnarkoba) Polres Jombang.
Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, kasus ini bermula dari penangkapan seorang pria berinisial RWP, warga Dusun Sukoharjo, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. RWP diamankan aparat Satresnarkoba dalam operasi pemberantasan narkoba.
Namun, pasca penangkapan itu muncul kabar adanya peran FN yang disebut-sebut menjanjikan kepada keluarga RWP bahwa ia mampu “mengurus” dan membebaskan tersangka dalam waktu singkat. Kehadirannya bahkan digambarkan publik sebagai “pahlawan kesiangan” yang tiba-tiba mengambil alih peran dalam proses hukum.
Saat dikonfirmasi, salah satu anggota Satresnarkoba Polres Jombang yang disebut bernama Ikhwan membenarkan adanya penangkapan terhadap RWP. “Saat ini statusnya dalam tahap rehab,” ujarnya singkat. Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai lokasi rehabilitasi, ia enggan memberikan keterangan detail.
Yang kemudian menjadi sorotan, FN diduga menerima uang puluhan juta rupiah dari keluarga RWP. Dana itu disebut-sebut sebagai imbalan atas janji bahwa tersangka bisa segera keluar dari jeratan hukum. Padahal, mekanisme rehabilitasi bagi pecandu narkoba diatur ketat oleh undang-undang, melalui asesmen terpadu dan keputusan resmi aparat penegak hukum. Proses ini jelas tidak bisa dipercepat hanya dengan “jalur belakang”.
Kondisi ini pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik : “Benarkah ada praktik percaloan perkara narkoba yang melibatkan oknum LSM di Jombang? Ataukah ini hanya sekadar janji manis yang berujung merugikan keluarga tersangka?”
Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi memperburuk citra lembaga sosial masyarakat yang seharusnya berdiri di garda depan dalam mengawal penegakan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi suaraglobal.co.id masih berupaya menghubungi pihak FN, oknum LSM asal Kediri tersebut, untuk mendapatkan klarifikasi dan jawaban resmi demi keberimbangan informasi.
Bersambung…
REPORTER : HERLAMBANG