Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Acara Rapat koordinasi dan buka bersama pejabat pemerintah daerah Sidoarjo pada 6/3/2026 yang dilakukan di gedung Mahabarata palace Graha Unesa Surabaya telah mendapat sorotan tajam dari netizen dan masyarakat Sidoarjo. Acara yang di kemas dengan tema ala India dengan suasana mewah dan glamor menunjukkan adanya ketidakpekaan seorang pejabat publik terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya. Buka bersama yang telah menjadi tranding topik di berbagai platform media sosial membuat Sekretaris Daerah Sidoarjo melakukan klarifikasi dan pernikahan maaf di depan para ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Sidoarjo.
Namun apa yang disampaikan Sekretaris Daerah Sidoarjo justru mendapatkan respon negatif dari masyarakat. Pasalnya, ada inkonsistensi dari apa yang disampaikan Sekretaris Daerah Sidoarjo dengan fakta yang ada. Dimana Sekda menyampaikan bahwa acara tersebut tidak menggunakan anggaran negara se sen pun, padahal jelas dalam surat nomor 400.14.1.3/3154/438.1.3.3/2026 diagendakan acara rapat koordinasi dan buka bersama. Yang menjadi janggal adalah ada kegiatan kedinasan dari pemerintah daerah Sidoarjo tapi menurut klarifikasi Sekda acara tersebut di biayai “teman lama yang sudah seperti keluarga “. Tentunya hal tersebut semakin memperkuat kecurigaan masyarakat terhadap adanya dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Hampir satu pekan video dan foto-foto acara rakor dan bukber ala Bollywood yang dihadiri Sekda Sidoarjo, pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dan serta Camat se Sidoarjo tersebut Viral di berbagai platform media sosial dan mendapatkan sorotan negatif dari netizen. Bupati Subandi belum menunjukkan reaksi untuk mengambil langkah kongkret terhadap anak buahnya yang di duga menyimpang dan di duga kuat melakukan penyalahgunaan wewenang. Bupati Sidoarjo hanya mengatakan kepada awak media saat mendampingi Kapolri dalam sidak persiapan arus mudik di terminal Bungurasih.
” Saya akan tegur secara lisan” ujar Bupati Subandi dalam satu rekaman media saat dampingi Kapolri di terminal Bungurasih.
Namun apa yang terjadi?. Kemunculan foto Bupati Subandi dalam acara tersebut membuat publik tersentak dan terkejut. Keberadaan Bupati Subandi dalam acara rapat koordinasi dan buka bersama di Mahabarata palace Graha Unesa Surabaya menjawab teka teki yang ada di benak publik. Dimana acara kedinasan yang menurut keterangan Sekda Sidoarjo tersebut di biayai teman lama yang seperti keluarga sendiri. Dan tidak menggunakan anggaran negara se sen pun. Foto kehadiran Bupati Sidoarjo tersebut menjadi fakta empirik bahwa Bupati Sidoarjo tahu bahkan bisa jadi semua acara Bukber Ala Bollywood yang banyak di hujat netizen tersebut atas perintah Bupati Sidoarjo. Kemewahan dan keglamoran yang dipertontonkan Bupati Sidoarjo dan jajarannya sangat mencederai rasa keadilan masyarakat dan juga tidak berempati terhadap kondisi sosial masyarakat dan kondisi infrastruktur jalan yang masih buruk.
Berbagai kata umpatan dari netizen dan sangat banyak dari mereka yang meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan audit terkait acara tersebut. Pasalnya ada dugaan korupsi berupa suap/gratifikasi bahkan juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
“KPK harus Audit” komentar dari salah satu netizen. (NK)











