Politik

DPAC PKB Balongbendo Tidak Ingin Dipimpin Pengkhianat Partai Dan Pembohong

×

DPAC PKB Balongbendo Tidak Ingin Dipimpin Pengkhianat Partai Dan Pembohong

Sebarkan artikel ini
Foto: Sony Widato , Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Balongbendo. Sony Widato bantah terkait pemberitaan yang mengatakan bahwa para kyai dan DPAC PKB se Sidoarjo meminta Subandi menjadi Ketua DPC Partai PKB Sidoarjo pada Muscab PKB bulan April mendatang. Dia menegaskan bahwa pihak tidak ingin dipimpin oleh orang yang punya jejak penghianat partai dan punya kebiasaan berbohong.

Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Mencuatnya nama H. Subandi menjelang Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Sidoarjo bulan depan membuat dinamika politik didalam partai berlambang bola dunia itu semakin memanas.
Beberapa berita di media online menyebutkan bahwa H. Subandi diminta oleh kyai dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Sidoarjo agar bersedia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo.

Namun, informasi tersebut dibantah oleh Sony Widato, Ketua DPAC PKB Balongbendo yang menyatakan bahwa dukungan para kyai dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo adalah isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan narasi kebohongan belaka, Kamis (19/3/2026).

“Hobby kok bohong! Sudah kami konfirmasi, tidak ada satupun pengurus DPAC (PKB, red) yang mengusulkannya,” katanya.

Lebih lanjut, Sony juga mengatakan bahwa selama kepemimpinan Subandi sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo, perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan dari 16 kursi menjadi 15 kursi. Dan Subandi kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan faktanya.

“Hanya kebohongan-kebohongan yang diucapkannya. Mulai dari klaim membesarkan partai (PKB, red), padahal prestasinya menurunkan jumlah kursi. Berbohong ke awak media bahwasanya akan menegur Sekda (Sekretaris Daerah, red) secara lisan, karena Bukber ala Bollywood. Padahal dia ikut diacara tersebut,” terangnya.

Ia merasa yakin bahwa tidak ada satupun pengurus DPAC PKB yang menginginkan Subandi kembali memimpin DPC PKB Sidoarjo karena telah mengkhianati dan menghina partai, serta pimpinan partai yang telah membesarkannya.

“Kami para pimpinan DPAC (PKB, red) tidak akan mengharapkan seorang pengkhianat partai, untuk kembali memimpin partai yang telah dikhianatinya. DPAC saja tidak mungkin, apalagi para kyai,” tegasnya.

Jika ada pihak-pihak yang memaksakan Subandi memimpin kembali DPC PKB Sidoarjo. Dirinya bersama DPAC PKB lainnya akan menyeret jajaran pengurus DPC PKB Sidoarjo, termasuk Subandi ke meja hijau. Menurut Sony,
Ada dugaan yang sangat kuat bahwa Bantuan Partai Politik (Banpol) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun 2021-2024 tidak dipergunakan untuk kepentingan DPC PKB Sidoarjo.

“Kami akan minta ke Ketua DPC (PKB Sidoarjo, red) untuk memberikan dokumen LPj (Laporan Pertanggungjawaban, red) Banpol 2021-2024 agar kami bisa pelajari terlebih dahulu sebelum Muscab bulan depan. Kami akan buktikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ketua DPC saat itu. Bila dugaan tersebut terbukti, maka kami akan membawanya ke meja hijau,” ungkap Sony dengan nada agak kesal.

Bupati Subandi adalah mantan ketua DPC PKB Sidoarjo periode 2021-2024, dirinya dikeluarkan dari partai PKB setelah mencalonkan diri sebagai Bupati Sidoarjo dari partai lain. Sementara itu adanya jejak digital dimana Bupati Subandi pernah mengatakan bahwa keputusan partai PKB untuk memasangkan dirinya dengan Amir aslichin pada tahun 2024, adalah dzolim. Jadi sangat wajar bila pengurus DPAC PKB maupun kader PKB menolak wacana Subandi untuk dicalonkan jadi Ketua DPC PKB Sidoarjo pada Muscab PKB bulan April mendatang. (NK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2