Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi ketika sejumlah nelayan di kawasan Pelabuhan Muncar mulai bersiap melaut. Di atas geladak KMN Palar Muda IV, aktivitas berlangsung sederhana: memeriksa mesin, merapikan jaring, hingga memastikan bekal cukup untuk berhari-hari di laut.
Di tengah kesibukan itu, seorang anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi hadir. Bukan untuk menindak, melainkan menyapa—membawa pesan keselamatan yang sering kali dianggap sepele, tetapi krusial bagi nyawa.
Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, Aipda I Wayan Wedhana, Kanit Satpolairud Unit Selatan, naik ke atas kapal dan berbincang langsung dengan nahkoda serta anak buah kapal (ABK). Percakapan berlangsung hangat, tanpa jarak.
“Kalau cuaca buruk, jangan dipaksakan melaut. Keluarga menunggu di rumah,” ucapnya, pelan namun tegas.
Imbauan itu bukan sekadar formalitas. Di laut, keselamatan sering bergantung pada keputusan-keputusan kecil—termasuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri seperti life jacket. Namun, dalam praktiknya, hal ini kerap diabaikan.
Melalui kegiatan pembinaan masyarakat (bimmas) perairan, polisi berupaya mengubah kebiasaan itu. Mereka mengingatkan bahwa setiap kapal wajib dilengkapi alat keselamatan berlayar, bukan hanya sebagai aturan, tetapi sebagai bentuk perlindungan paling dasar.
Di atas kapal kayu yang mulai berderit pelan mengikuti gerak air, pesan-pesan itu disampaikan dengan pendekatan humanis. Tidak menggurui, tetapi mengajak.
Kehadiran polisi di ruang-ruang sederhana seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga harkamtibmas di wilayah pesisir. Lebih dari itu, juga membangun rasa aman bagi masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut.
Cuaca pagi itu terpantau cerah, angin bertiup landai, dan air laut mulai surut. Aktivitas berjalan normal. Namun, di balik ketenangan tersebut, risiko selalu mengintai—dan di situlah peran pengingat menjadi penting.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Bagi para nelayan, mungkin ini hanya pertemuan singkat. Tetapi bagi keselamatan mereka, pesan yang disampaikan bisa menjadi penentu antara pulang dengan selamat atau tidak.(Mohamad)











