Pendidikan

Pendidikan Khas Kejogjaan Akan Diterapkan Di DIY

23
×

Pendidikan Khas Kejogjaan Akan Diterapkan Di DIY

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta/suaraglobal.co.id/gubernur-diy-dijadwalkan-4-mei-2026-meluncurkan- secara-resmi-program-pendidikan-khas-kejogjaan-pkj-yang-akan- diterapkan-di-seluruh-jenjang- pendidikan-di-diy

Program ini bukan sekadar tambahan kurikulum.
PKJ dirancang sebagai fondasi pendidikan berbasis budaya lokal, bertujuan membentuk karakter generasi muda agar tetapi berakar pada nilai-nilai luhur Jawa di tengah derasnya arus globalisasi.

Pencetus dan pemrakarsa program ini langsung dari visi Sri Sultan, yang sejak 2019 menekankan pentingnya menghadirkan “roh Jogja” dalam sistem pendidikan.

Ada tiga filosofi utama yang menjadi dasar:
Hamemayu Hayuning Bawana [menjaga harmoni dunia],
Sangkan Paraning Dumadi [memahami asal-usul dan tujuan hidup] dan
Manunggaling Kawula Gusti [kesatuan manusia dengan Sang Pencipta].

Nilai-nilai ini tidak diajarkan sebagai teori semata, tetapi diintegrasikan dalam seluruh aktivitas belajar dan kehidupan sekolah.

Artinya, PKJ bukan mata pelajaran baru.
Tidak ada tambahan jam pelajaran, tidak ada beban akademik baru melainkan penanaman karakter yang menyatu dalam setiap mata pelajaran, kebiasaan, hingga budaya sekolah sehari-hari.

Contoh nyatanya sudah berjalan di SD Negeri Kasihan, Bantul.

Sekolah ini menerapkan budaya “NGAJENI”, yang mengajarkan sopan santun dan tata krama melalui kebiasaan sehari-hari seperti ngapurancang, nuwun sewu, matur nuwun, hingga injih. Nilai ini tidak hanya diucapkan, tapi dipraktikkan dalam interaksi siswa dan guru.
Hasilnya pun mulai terlihat.

Dari uji coba yang dilakukan, sekolah yang menerapkan PKJ mencatat nilai karakter rata-rata 4,1 dari skala 5 kategori sangat baik.

Program ini juga didukung penuh oleh Dana Keistimewaan [Danais], termasuk penyusunan dan distribusi buku pedoman ke seluruh sekolah di DIY sejak 2022 hingga 2025.

Targetnya jelas: Mencetak generasi “Jalma Kang Utama” manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudaya, berkarakter, dan bertanggung jawab.

[tpa-suaraglobal]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *