Pendidikan

Di Tengah Kesibukannya Sebagai Pejabat Publik, Mimik Idayana Selesaikan Pendidikan Strata Satu 

19
×

Di Tengah Kesibukannya Sebagai Pejabat Publik, Mimik Idayana Selesaikan Pendidikan Strata Satu 

Sebarkan artikel ini
Mimik Idayana, Wakil Bupati Sidoarjo jalani wisuda universitas Dr Soetomo Surabaya yang digelar di gedung Dyandra Convention Center pada Minggu, 26/4/2026. Wakil Bupati perempuan pertama di kabupaten Sidoarjo ini resmi menyandang gelar Sarjana Admistrasi Publik (SAP)

Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, resmi menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya setelah menjalani wisuda yang digelar di Dyandra Convention Center pada Minggu, 26/4/2026.

Dalam menjalani program pendidikan akademiknya sebagai seorang Wakil Bupati, Mimik Idayana mengambil metode Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Hal ini adalah solusi terbaik bagi mahasiswa yang sudah berpengalaman kerja. Sebab pengalaman kerja, pelatihan, dan sertifikasi profesi dapat dikonversi menjadi kredit SKS, sehingga masa studi lebih singkat (bisa hanya 3 semester untuk sarjana).

Untuk mendukung karier dan bidang pekerjaannya, Mimik Idayana mengambil program studi (prodi) Ilmu Admistrasi Publik. Pilihan program studi tersebut juga dapat meningkatkan kompetensi kerja dan tidak menjadi beban tambahan bagi seorang pejabat publik dengan jadwal kerja yang padat. Selama kuliah, Mimik harus membagi waktu antara tugas pemerintahan dan akademik. Ia kerap belajar malam hari, mendalami teori kebijakan publik dan manajemen organisasi untuk diterapkan dalam kerja sehari-hari.

“Ilmu administrasi negara itu napas kerja saya setiap hari. Saya ingin melayani masyarakat dengan landasan literasi yang kokoh, tidak hanya pakai intuisi,” ujar Mimik usai wisuda.

Bagi Mimik Idayana, ilmu Administrasi Publik sangat relevan dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan di Sidoarjo, terutama untuk meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi birokrasi.

Ia menegaskan, keberhasilan reformasi birokrasi bergantung pada komitmen pemimpin untuk meningkatkan kapasitas diri (pendidikan) tanpa mengurangi kualitas pelayanan masyarakat. pendidikan bukan sekadar simbol, tapi alat untuk memperbaiki sistem agar lebih responsif dan tepat sasaran. (NK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Yogyakarta/suaraglobal.co.id/gubernur-diy-dijadwalkan-4-mei-2026-meluncurkan- secara-resmi-program-pendidikan-khas-kejogjaan-pkj-yang-akan- diterapkan-di-seluruh-jenjang- pendidikan-di-diy Program ini bukan sekadar…