Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Penggunaan gadget berlebihan pada anak berisiko tinggi dan menyebabkan keterlambatan bicara (speech delay), gangguan fokus, kecanduan, obesitas, hingga radiasi yang mengganggu perkembangan otak. Dampak psikologis meliputi emosi tidak stabil, tantrum, dan kurangnya interaksi sosial. Selain itu, paparan screen time berlebih berisiko merusak kesehatan mata dan menyebabkan gangguan tidur. “Kampung Lali Gadget”, salah satu solusi yang dikembangkan oleh warga desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu.
Kampung Lali Gadget Sidoarjo Jadi Destinasi Edukasi Anak, Wabup Dorong Pengembangan di 18 Kecamatan
Salah satu lokasi Kampung Lali Gadget yang berada di RT 02/RW 03, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, menjadi titik kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Senin (4/5/2026) pukul 10.00 WIB. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung pengembangan destinasi edukasi berbasis kearifan lokal yang mengangkat kembali permainan tradisional sebagai alternatif pembelajaran anak di tengah maraknya penggunaan gadget yang berlebihan bagi anak usia dini dan anak usia dasar.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Mimik didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo Yudhi Iriyanto, S.Sos., M.Si, perwakilan Dinas Pendidikan, Camat Wonoayu H. Anwar dan jajarannya serta Kepala Desa Pagerngumbuk Abdul Malik beserta perangkat desa.
Mimik Idayana menilai Kampung Lali Gadget memiliki konsep edukatif yang kuat karena mampu menghadirkan ruang interaksi anak dengan alam sekaligus melestarikan permainan tradisional.
“Alhamdulillah hari ini kita berada di Kampung Lali Gadget Desa Pagerngumbuk. Suasana seperti ini harus kita lestarikan, apalagi di Sidoarjo yang minim ruang interaksi alam bagi anak-anak,” ucap Mimik Idayana.
Menurut Wabup Sidoarjo tersebut, Kampung Lali Gadget saat ini menjadi satu-satunya konsep serupa di Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, ia mendorong agar program tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di18 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Sidoarjo.
“Baru ada satu ini. Ke depan kami berharap bisa dikembangkan di 18 kecamatan, tentu dengan menyesuaikan kondisi wilayah, termasuk ketersediaan lahan dan lingkungan pendukung”, jelasnya.
Selain itu, Mimik Idayana juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana guna mendukung pengembangan Kampung Lali Gadget sebagai destinasi wisata edukasi keluarga.
“Perlu sentuhan dari pemerintah daerah, baik fasilitas maupun kolaborasi lintas sektor, agar tempat ini bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat”, tegas Mimik Idayana yang juga ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo tersebut.
Lebih lanjut Mimik Idayana menambahkan, permainan tradisional yang dihadirkan memiliki nilai edukasi tinggi karena mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kedekatan anak dengan lingkungan.
“Permainan tradisional ini sangat baik. Anak-anak bisa bergerak aktif, bersosialisasi, dan lebih dekat dengan alam. Ini yang mulai hilang di era digital”, pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd menyampaikan bahwa Kampung Lali Gadget dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Outdoor Learning (ODL) bagi siswa, khususnya jenjang PAUD dan sekolah dasar.
“Sudah ada surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan bahwa sarana edukasi seperti Kampung Lali Gadget bisa dimanfaatkan sebagai tujuan ODL,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya mengakui kapasitas lokasi saat ini masih terbatas dan belum dapat menampung kegiatan dalam skala besar.
“Harapannya ke depan fasilitas dapat dilengkapi, karena kegiatan ODL biasanya melibatkan ratusan siswa. Saat ini daya tampungnya masih terbatas,” tambahnya.
Netty juga menegaskan bahwa pembelajaran luar kelas tidak selalu harus dilakukan jauh dari sekolah, namun keberadaan lokasi edukatif seperti Kampung Lali Gadget menjadi alternatif penting dalam pembelajaran kontekstual.
“Dengan keterbatasan destinasi wisata alam di Sidoarjo, Kampung Lali Gadget diharapkan mampu menjadi pionir wisata edukasi buat anak anak usia dini dan anak usia dasar”, pungkasnya. (NK)











