Daerah

Wakil Menteri Pertanian Dukung Petani Lamongan dengan Memberikan Bantuan Bibit serta Alsintan

19
×

Wakil Menteri Pertanian Dukung Petani Lamongan dengan Memberikan Bantuan Bibit serta Alsintan

Sebarkan artikel ini

Lamongan//suaraglobal.co.id – Guna meningkatkan produktivitas dan hilirisasi pertanian serta mempertahankan status Kabupaten Lamongan sebagai lumbung pangan di Jawa Timur,  Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh pada masyarakat petani Kabupaten Lamongan. Untuk itu Pemkab Lamongan mengambil langkah strategis dengan bersinergi antara Kementerian PPN/Bappenasdan Kementerian Pertanian, guna mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

​Hal itu diwujudkan dengan tindakan nyata berupa Gerakan Tanam Padi yang diselenggarakan di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026).

​Kegiatan tersebut.dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara. Hadir juga Forkopimcam Sekaran dan masyarakat dan Kelompok Tani Kabupaten Lamongan.

​Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmad Pambudi, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait hilirisasi di sektor pertanian. Masih dikatakan Rachmad Pambudi bahwa hilirisasi tidak boleh hanya menguntungkan sektor industri di bagian akhir, tetapi wajib memberikan dampak kesejahteraan langsung kepada para petani di hulu.

​”Ada arahan dari Presiden untuk melakukan hilirisasi. Saya senang sekali melihat produksi padi di Lamongan bagus. Sekarang pembibitan tidak lagi di sawah melainkan menggunakan baki tray, penanaman menggunakan transplanter, pemupukan lewat drone, hingga pemanenan memanfaatkan combine harvester,” ujar Rachmaf Pambudi.

​”Proses pascapanen nantinya akan melalui tahap pemilihan yang ketat, penyimpanan yang baik, hingga distribusi terintegrasi melalui koperasi-koperasi daerah” tambahnya.

​”Lamongan memiliki kekuatan di berbagai lini. Tidak hanya unggul pada produksi jagung dan padi, tetapi ke depan juga akan unggul dalam hilirisasi karena ditopang oleh kelembagaan koperasi yang kuat,” katanya.

​Meski tidak memiliki luasan lahan sawah terbesar, Kabupaten Lamongan secara konsisten mampu membuktikan sebagai lumbung pangan terbesar di Jawa Timur. Bahkan pada tahun 2025 lalu, Lamongan sukses melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan pemerintah pusat.

​Wamentan Sudaryono juga memberikan bantuan langsung alat mesin pertanian (alsintan) modern, mulai dari mesin combine harvester, traktor, hingga drone pertanian, agar produksi pertanian bisa lebih meningkat.

​Wamentan menegaskan bahwa semangat juang petani Lamongan harus menjadi role model bagi daerah lain demi mempercepat swasembada pangan. Kunci utama pelonjakan produksi, menurutnya, adalah komitmen memperluas area tanam.

​”Kunci dari pertanian itu hanya satu: untuk supaya panen lebih banyak, maka tanamnya juga harus lebih banyak. Agar tanam lebih banyak, maka seluruh kebutuhan dasar petani harus terpenuhi mulai dari ketersediaan air, pupuk, hingga kecukupan alsintan,” kata Wamentan.

Sudaryono juga menegaskan bahwa kesiapan bahaya elnino yang diperkirakan bulan Agustus hingga bulan kesebelas kesediaan pangan masih tercukupi.

​Bupati Lamongan DR. H. Yuhronur Efendi, MBA MEK yang akrab disapa Pak Yes menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjawab target Luas Tambah Tanam tahun 2026 sebesar 233 ribu hektar. Target tersebut akan dikejar dengan mengoptimalisasi seluruh potensi lokal serta bantuan sarana prasarana yang diterima.

​”Kami akan memaksimalkan sistem irigasi di Kabupaten Lamongan, memanfaatkan bantuan pompa air, serta melakukan normalisasi saluran irigasi secara berkala. Pemerintah daerah juga terus membenahi kualitas bibit dan pola tanam,” kata Bupati Yes dalam menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan konfirmasi taktis di lapangan untuk menghadapi perubahan musim.

​Bupati Yes juga menyampaikan terkait proses hulu hingga hilir di Lamongan kini tengah bertransformasi total menuju era digitalisasi pertanian.
“Proses penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama terus kami transformasikan dengan menggunakan teknologi modern,” ucapnya. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2