Yogyakarta // suaraglobal.co.id — Dunia seni rupa kembali diramaikan oleh kehadiran pameran tunggal bertajuk “Tuwuh lan Ngrembaka” karya Teguh Paino. Digelar di Studio Kalahan, pameran ini berlangsung mulai 27 April hingga 4 Mei 2026, menghadirkan pengalaman visual yang mengajak pengunjung menyelami makna pertumbuhan dari berbagai sisi kehidupan.
Mengusung tema besar tentang “tuwuh” (tumbuh) dan “ngrembaka” (berkembang), Teguh Paino tidak sekadar menampilkan proses biologis, tetapi juga menyentuh dimensi emosional, kultural, hingga spiritual manusia. Karya-karya yang dipamerkan hadir dalam bentuk visual organik, metafora tubuh, serta lanskap imajinatif yang sarat makna—mencerminkan perjalanan hidup yang tidak selalu lurus, melainkan penuh dinamika dan lapisan pengalaman.
Pameran ini juga menjadi bagian penting dari perjalanan akademik sang seniman, sebagai tugas akhir dalam program studi Tata Kelola Seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Namun lebih dari itu, “Tuwuh lan Ngrembaka” menjadi ruang terbuka bagi publik untuk berinteraksi langsung dengan gagasan dan proses kreatif yang telah digali secara mendalam.
Tidak hanya menghadirkan karya visual, pameran ini juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan pendukung yang memperkaya dialog antara seniman dan masyarakat. Salah satunya adalah sesi Art Talk yang akan digelar pada Kamis, 30 April 2026 pukul 15.00 WIB, membuka ruang diskusi seputar gagasan, proses, dan makna di balik karya.
Selain itu, publik juga diajak untuk terlibat langsung dalam Workshop Wayang Cumplung pada Sabtu, 1 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini terbuka secara gratis dengan kuota terbatas, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal sekaligus mengeksplorasi praktik seni tradisi dalam konteks kekinian.
Dengan harga tiket yang terjangkau, hanya Rp5.000, pameran ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Kehadirannya bukan sekadar sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga sebagai medium refleksi, bahwa setiap individu memiliki proses tumbuh dan berkembang yang unik, penuh tantangan, sekaligus kemungkinan baru.
Melalui “Tuwuh lan Ngrembaka”, Teguh Paino mengajak kita untuk sejenak berhenti, melihat ke dalam diri, dan memahami bahwa pertumbuhan sejati seringkali lahir dari perjalanan yang tidak sederhana. Sebuah ajakan untuk merayakan perubahan, dalam segala bentuknya.
(Bj)











