Daerah

Emen Laskar Sakera Ketika Pilkada Dipilih DPRD Maka Jangan Asal Pilih Anggota Dewan

17
×

Emen Laskar Sakera Ketika Pilkada Dipilih DPRD Maka Jangan Asal Pilih Anggota Dewan

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Ketua Laskar Sakera DPC Banyuwangi, Nurul Amin, mengajak masyarakat Banyuwangi agar lebih melek politik dan aktif terlibat dalam proses demokrasi daerah. Seruan tersebut disampaikan menyusul munculnya wacana dan gonjang-ganjing terkait kemungkinan pelaksanaan Pilkada mendatang dilakukan secara tidak langsung atau melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD.

Menurut pria yang akrab disapa Emen itu, situasi tersebut seharusnya menjadi alarm bagi masyarakat agar tidak lagi bersikap apatis terhadap politik, terutama dalam menentukan pilihan terhadap calon anggota legislatif daerah. Sebab, apabila kepala daerah nantinya dipilih melalui DPRD, maka kualitas para wakil rakyat akan sangat menentukan arah kebijakan dan masa depan daerah selama satu periode pemerintahan.

“Publik harus benar-benar memperhatikan siapa yang akan dipilih menjadi anggota legislatif. Jangan hanya melihat popularitas atau pendekatan sesaat. Rekam jejak kandidat harus dinilai secara objektif, apakah benar-benar berpihak kepada masyarakat, mampu menjawab persoalan daerah, serta memiliki keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Emen, pada Selasa (12/5).

Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab moral atas setiap pilihan politik yang diambil. Karena itu, memilih wakil rakyat tidak boleh dilakukan secara sembarangan ataupun hanya didasari kepentingan praktis dan sesaat.

“Jangan sampai masyarakat terjebak pada pilihan-pilihan praktis dan dinamis yang hanya menguntungkan sesaat. Konsekuensinya panjang, selama satu periode penuh. Kalau salah memilih, dampaknya juga dirasakan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emen berharap kesadaran politik masyarakat Banyuwangi terus tumbuh, terutama dalam memahami pentingnya fungsi legislatif dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia menilai, masyarakat harus mulai kritis dalam melihat kapasitas, integritas, hingga keberpihakan para kandidat sebelum memberikan dukungan politik.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh siapa yang maju sebagai calon pemimpin, tetapi juga oleh kualitas masyarakat dalam menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.(Bunarwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *