Tarutung//suaraglobal.co.id
Kabupaten Tapanuli Utara terpilih menjadi salah satu dari 42 Kabupaten/Kota di Indonesia, sekaligus Perwakilan Daerah uji coba Nasional dalam pelaksanaan perluasan Proyek Uji Coba (Piloting) Digitalisasi Bantuan Sosial. Menindaklanjuti program strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bintek), dan Training of Trainners (ToT) Digitalisasi Bantuan Sosial bagi Agen/Pendamping, yang digelar di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara , Jumat, 22/05/2026.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian agenda yang telah dimulai pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2026 kemarin. Pada hari pertama tersebut, Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST
M.Eng, didampingi Sekretaris Daerah, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dan Bimtek Digitalisasi Bantuan Sosial dilokasi yang sama.
Acara berskala Nasional ini dibuka resmi oleh Bupati Tapanuli Utara yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Satya Dharma Nababan, S.Sos, M.Si.
Agenda besar ini turut dihadiri oleh Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ir. R. Agus Irawan, MP, Kepala Sub Direktorat Monitoring dan Evaluasi dan Dokumentasi Ditjen Dukcapil Mohammad Priyono SH, MH, Perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), serta Perwakilan Bank Indonesia.
Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Rafles Serius Gultom, menyampaikan bahwa Bimtek ini dilaksanakan dalam dua sesi guna mengakomodasi total 510 peserta, dari 15 Kecamatan se-Tapanuli Utara. Peserta terdiri dari 251 Operator SIKS-NG, 78 Pekerja Sosial Masyarakat, 35 Pendamping PKH, 14 Pendamping TKSK, dan 8 ASN Dinas Sosial PPPA.
Program ini merujuk pada keberhasilan uji coba di Kabupaten Banyuwangi sebagai barometer tata kelola jaminan sosial berbasis digital yang transparan dan akuntabel, tuturnya.
“Ir. Agus Irawan dalam bimbingannya menekankan pentingnya optimalisasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang tidak hanya mempermudah urusan Perlindungan Sosial (Perlinsos), tetapi juga memangkas birokrasi layanan administrasi kependudukan lainnya” ujarnya.
“Ir. R. Agus Irawan menambahkan bahwa suksesnya misi transformasi digital ini berada dipundak Anda sekalian. Manfaatkan IKD untuk mempermudah masyarakat bertransaksi dokumen Catatan Cipil secara langsung via smartphone tanpa perlu antri ke Dinas Kependudukan Catatan Cipil. Namun selaku agen, mohon juga keamanan data, gunakan password secara bijak, dan hindari mengunduh aplikasi sembarangan agar perangkat aman dari serangan siber” tegasnya kepada peserta Bimtek.
Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyampaikan bahwa kehadiran 510 agen di Tapanuli Utara ini, akan menjadi perpanjangan tangan pusat untuk memastikan integrasi data dilapangan berjalan presisi. Langkah digitalisasi verifikasi dan validasi ini dipercaya mampu mengeliminasi potensi salah sasaran dalam penyaluran kluster bantuan seperti PKH, sembako, maupun bantuan sosial lainnya.
Semangat Perwakilan KPTDP, Samuel Tampubolon, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
“Dipilihnya Tapanuli Utara diantara ratusan Kabupaten lain di Indonesia membuktikan bahwa komitmen infrastruktur teknologi informasi, dan kwalitas koordinasi pimpinan daerah, dinilai sangat siap menghadapi era transformasi digital Nasional” ucap Samuel Tampubolon, sekaligus sebagai penutup rangkaian acara tersebut.
(edy)











