Budaya

Mengenang Putri Campa Penyebar Agama Islam Di Lingkungan Kerajaan Majapahit

3
×

Mengenang Putri Campa Penyebar Agama Islam Di Lingkungan Kerajaan Majapahit

Sebarkan artikel ini

Mojokerto//suaraglobal.co.id. 07/06/2026. Sejarah perkembangan agama Islam di Pulau Jawa tidak terlepas dari tokoh karismatik asal kerajaan Champa di wilayah negri Vietnam yaitu Putri Campa (Putri Cempo), padahal banyak orang belum mengetahui jika istri Prabu Brawijaya V tersebut sangat besar pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam di lingkungan Kerajaan Majapahit.

Putri Campa adalah bibi dari Sunan Ampel juga ibu dari Raden Fatah yang bergelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayyidina Panotogomo pendiri Kasultanan Demak sekira tahun 1475 – 1518.

Konon dalam sebuah cerita Putri Campa berhasil mengajak Prabu Brawijaya V memeluk agama Islam karena diyakini jika pernikahan beda agama tidak sah menurut ajaran agama Islam yang sudah dipeluk Putri Campa.

Dalam sejarah, terdapat riwayat yang menceritakan detik-detik akhir hayat Prabu Brawijaya V. Dalam Serat itu, raja tersohor Majapahit ini meminta dimakamkan sesuai ajaran Islam.

Putri Campo dimakamkan di Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan Mojokerto dekat dengan kolam Segaran. Di pelataran makam ini, terdapat dua makam yang berada di posisi paling atas, yakni Makam Putri Campo dan Prabu Brawijaya V yang bernama Raden Alit atau Raden Angkawijaya. Dalam sejarah dan karya sastra tradisional (seperti Babad Tanah Jawi), beliau juga dikenal dengan gelar Bhre Kertabumi atau Wijaya Parakramawardhana.

Makam Putri Campa ditandai dengan nisan hanya di bagian kepala saja. Sementara Prabu Brawijaya V ditandai dengan dua nisa di kaki dan kepala. Juga terdapat makam panglima perang Majapahit seperti Singo Barong dan Macan Putih.

Kedua makam ini terletak di tengah-tengah makam Islam kuno yang sangat dekat sekali dengan Candi Menak Jinggo.

Lokasi makam Putri Campa sangat teduh oleh pohon besar dan disediakan tempat istirahat dan pendopo bagi para peziarah.

Makam Putri Campa berjarak 1 Km dari makam kakek Sunan Ampel yaitu Sayyid Jumadil Kubro banyak dikunjungi peziarah utamanya pasa malam Jumat Legi.

Semoga dengan tulisan ini sejarah Nusantara masih tetap lestari tidak tergerus perkembangan jaman sehingga generasi mendatang melupakan sejarah. CW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2