Yogyakarta/suaraglobal.co.id/stasiun-yogyakarta-menjadi-barometer-keberhasilan-pengamanan-mudik-nasional-setelah-mencatatkan-lonjakan-kedatangan-hingga-lima-puluh-lima-ribu-penumpang-tahun-ini
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau langsung ke Stasiun Tugu Yogyakarta [Rabo,18/03], guna memastikan seluruh instrumen pelayanan, mulai dari keselamatan masinis hingga infrastruktur pendukung, dalam kondisi siap melayani masyarakat.
Listyo menyoroti dinamika pergerakan pemudik menggunakan moda transportasi kereta api di DIY yang terus meningkat secara persentase.
~”Dari laporan tadi kita mendapatkan informasi bahwa puncak mode transportasi untuk kedatangan ya, kereta, ini nih, ada, kurang lebih 54 ribu yang datang. Dan ini naik menjadi 55 ribu. Artinya ada kenaikan persentase,” ujar Listyo Sigit di Stasiun Yogyakarta.
Listyo Sigit juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi jadwal arus balik yang diprediksi akan terkonsentrasi di penghujung Maret.
~”Diperkirakan untuk puncak kedatangan hari ini, jumlahnya kurang lebih 11 ribu. Kemudian untuk baliknya, diprediksi akan terjadi di tanggal 28 dan 29 Maret,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena faktor keamanan dan ketepatan waktunya. Untuk menjamin hal tersebut, pengecekan ketat dilakukan bahkan hingga ke level kesehatan kru kereta.
~”Secara umum tadi kita lihat bahwa ketersediaan sampai 45 ribu. Jadi, bagi masyarakat, yang akan memanfaatkan kereta, karena ini menjadi salah satu mode transportasi yang aman dan tepat waktu, tentunya masih bisa menjadi pilihan,” jelasnya.
Terkait aspek teknis di lapangan, Listyo Sigit juga meninjau pos kesehatan khusus yang diperuntukan bagi para masinis yang bertugas memberikan pelayanan prima pada masyarakat yang hendak mudik, maupun saat arus balik nanti.
[tpa-suaraglobal]











