Opini

Ormas Laskar Sakera Banyuwangi Harus Menjadi Penguat Persaudaraan Serta Pembela Kepentingan Masyarakat

11
×

Ormas Laskar Sakera Banyuwangi Harus Menjadi Penguat Persaudaraan Serta Pembela Kepentingan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi//suaraglobal.co.id – Organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran penting sebagai wadah silaturahmi, penyampai aspirasi masyarakat, serta mitra dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah. Kehadiran berbagai ormas di Banyuwangi diharapkan mampu menjadi kekuatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Praktisi media yang akrab disapa Mbah Semar menilai bahwa semangat perjuangan yang melekat pada nama Sakera seharusnya menjadi inspirasi untuk membangun solidaritas, keberanian membela kebenaran, serta kepedulian terhadap rakyat kecil.

Menurutnya, jika terdapat organisasi yang mengusung nama Laskar Sakera di Banyuwangi, maka nilai yang harus dijaga adalah semangat persaudaraan, kebersamaan, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Nama Sakera dikenal sebagai simbol keberanian dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Karena itu, organisasi yang membawa nama tersebut harus mengedepankan etika, menjaga persatuan, dan hadir untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” ujar Mbah Semar. Minggu, (31/5/26)

Ia menegaskan bahwa ormas yang sehat adalah organisasi yang mampu bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya demi menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif. Sejumlah organisasi masyarakat di Banyuwangi juga selama ini kerap menyampaikan komitmen menjaga ketertiban sosial dan membangun sinergi dengan berbagai lembaga.

Mbah Semar juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi bukan diukur dari banyaknya anggota atau atribut yang digunakan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Ormas yang dihormati bukan karena ditakuti, tetapi karena keberadaannya dirasakan membantu masyarakat, menjadi penengah ketika ada persoalan, serta mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh elemen organisasi masyarakat di Banyuwangi dapat menjaga nama baik daerah, mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Jadilah laskar yang membangun, bukan memecah. Jadilah pelindung masyarakat, bukan sumber keresahan. Karena kekuatan sejati bukan terletak pada suara yang keras, tetapi pada manfaat yang nyata,” pungkas Mbah Semar.

Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi nilai penting yang harus terus dijaga agar organisasi kemasyarakatan dapat menjadi bagian dari solusi dan kemajuan Banyuwangi.(Bunarwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2