Investigasi

Habis Diperiksa Penyidik Subdit II Harda Bangtah Polda Jawa Timur Kades Sukorejo Ogah Diwawancarai Wartawan

155
×

Habis Diperiksa Penyidik Subdit II Harda Bangtah Polda Jawa Timur Kades Sukorejo Ogah Diwawancarai Wartawan

Sebarkan artikel ini
Suwandi Kepala Desa Sukorejo dan Putri Ambeg Isnaini Sekretaris Desa Sukorejo (Bapak dan Anak) berjalan tergesa-gesa menghindari awak media yang ingin melakukan wawancara. Mereka berdua datang ke kantor Ditkrimum Polda Jawa Timur untuk memenuhi panggilan Penyidik Subdit II Harda Bangtah Polda Jawa Timur sebagai terlapor dalam kasus dugaan pemalsuan surat tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023

Sidoarjo//suaraglobal.co.id – Penyidik Subdit II Harda Bangtah Polda Jawa Timur kembali melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap pihak pihak terkait. Kalau sebelumnya, Mereka (Penyidik red) sudah melakukan pemanggilan terhadap para pelapor dan saksi saksi, kali ini giliran Suwandi, Kepala Desa Sukorejo dan Putri Ambeg Isnaini Sekretaris Desa Sukorejo diperiksa sebagai terlapor. Mereka di mintai keterangan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam pasal 391 Undang Undang no 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Suwandi, Kepala Desa Sukorejo datang ke kantor Ditkrimum Polda Jawa Timur bersama Putri Ambeg Isnaini, Sekretaris Desa Sukorejo yang tidak lain adalah anak kandung dari Kepala Desa Sukorejo itu sendiri. Sekitar pukul 10:30 mereka datang di gedung Ditkrimum Polda Jawa Timur, dan langsung naik ke lantai 4 gedung tersebut. Sekitar 5 jam lebih mereka baru terlihat keluar dari gedung Ditkrimum Polda Jawa Timur atau sekitar pukul 16:00. Namun sayang beberapa awak media yang menunggu sejak pagi dan ingin melakukan wawancara justru menelan kekecewaan. Baik Suwandi maupun Putri Ambeg Isnaini langsung bergegas menuju tempat mobil mereka di parkir. Saat beberapa wartawan mengejar dan meminta untuk wawancara, Putri Ambeg Isnaini Sekretaris Desa Sukorejo, spontan menolak.

” Enggak.. enggak..( tidak.. tidak)” saut Putri Ambeg Isnaini dengan mimik wajah tidak simpatik dan makin mempercepat jalannya.

Setali tiga uang, Suwandi, Kepala Desa Sukorejo juga menolak untuk di wawancarai dengan alasan terburu buru akan menjemput cucunya.

” Ngak..ngak..(tidak.. tidak) keburu jemput cucu” kata Suwandi sambil bergegas meninggalkan wartawan.

Sikap bapak dan anak yang menolak untuk diwawancarai awak media, sungguh disayangkan. Sebagai pejabat publik seharusnya mereka dapat memberikan klarifikasi atau informasi agar publik dapat mendapatkan informasi yang berimbang dari pihak pihak yang memang berkompeten untuk menyampaikan informasi agar masyarakat mendapatkan pencerahan terkait isu kasus dugaan pemalsuan surat dan penyerobotan tanah pekarangan milik ahli waris almarhum Machrom yang berada di Desa Sukorejo Kecamatan Buduran. (NK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *